Rabu, 02 Agustus 2017

MASA ORIENTASU MADRASAH



TATA TERTIB MASA ORIENTASI MADRASAH (MOM)
PERGURUAN THAWALIB DARUR RACHMAD SIBOLGA
TAHUN AJARAN 2017-2018

Tata tertib masa orientasi madrasah siswa/i Perguruan Thawalib Darur Rachmad Sibolga tahun ajaran 2017/2018 yaitu :
1.      Semua peserta didik baru wajib mengikuti semua kegiatan matrikulasi dan masa orientasi madrasah (MOM)
2.      Peserta wajib hadir 15 menit sebelum MOM dimulai
3.      Peserta tidak dapat meninggalkan atau tidak mengikuti MOM tanpa seizin panitia
4.      Tidak diperkenankan membawa alat komunikasi (Handphone)
5.      Tidak diperkenankan membawa perhiasan yang berlebihan
6.      Tidak diperkenankan membawa benda tajam ataupun sejenisnya
7.      Peserta wajib membudayakan 4S (Sapa, Senyum, Salam dan Salaman)
8.      Peserta wajib memakai bet nama dan topi selama kegiatan MOM (kuning (mas) dan hijau (mts)
9.      Peserta yang melanggar peraturan akan diberi sanksi
10.  Peserta wajib membawa perlengkapan sholat
11.  Peserta wajib berpenampilan rapi, khusus laki-laki rambut satu sisir
12.  Peserta yang tidak mengikuti semua kegiatan MOM dinyatakan tidak lulus dan wajib mengikuti kegiatan MOM pada tahun depan
13.  Segala sesuatu peraturan tambahan disesuaikan dengan kondisi

Senin, 12 Juni 2017

Cerita Singkat

Pada zaman dahulu kala tinggallah seorang putri yang cantik jelita dan seorang pangeran yang tampan....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pada akhirnya mereka hidup bahagia

Biodata

Nama : Rudy Handoko, S.Pd
Tempat/ Tanggal Lahir : Sibolga, 4 Februari 1994
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas perhatiannya :)

Sabar yang lagi berpusa


Minggu, 11 Juni 2017

Tumbuhan Lumut

Perkembangan Embrio Manusia



PERKEMBANGAN EMBRIO MANUSIA
 
Pada hampir semua mahkluk hidup  suatu generasi baru dimulai dari suatu telur yang telah dibuhai (difertilisasi), atau zigot yatu suatu sel hasil penggabungan dari sel induk betina dan sel induk janta. Di mana masing-masing induk berperan dalam menetukan sifat-sifat individunya baru yakni dalam halukuran, bentuk, perlengkapan fisiologis dan pola perilakunya. Pada proses perkembangan manusia melalui berbagai tahap yang dimulai dari gemetosis pada masing-masing induk, dimana induk jantan emngalami spermatogenesis (proses pembentukan sperma), dan induk betina mengalami oogenesis (proses pembentukan ovum).
Setelah terjadi fertilisasi (proses peleburan dua gamet sehingga terbentuk individu dengan sifat genetuk yang berasl dari kedua induknya) maka akan terbentuk zigot. Zigot akan mulai membentuk suatu organisme yang multiseluler yang dilakukan dengan proses-proses pembelahan. Pembelahan awal yang terjadi disebut sebagai blastulasi di mana sel yang merupakan hasil fertilisasi antara dua induk mengalami pembelahan menjadi 2, 4, 8 dan seterusnya.
Setelah beberapa kali mengalami pembelahan sinkron, embrio kemudian membentuk suatu bola yang di sebut morulla. Setelah menjalani tahap pembelahan dan pembentukan blastula, embrio akan masuk kedalam suatu tahapan yang paling kritis selama masa perkembangannya, yaitu stadium grastula. Grastulasi (proses pembentukan grastula) ditandai dengan perubahan susunannya yang sangat besar dan sangat rapi dari sel-sel embrio. Grastulasi akan menghasilkan suatu embrio yang mempunyai tiga lapisan lembaga yaitu lapisan endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ektoderm disebelah luar. Dalam perkembangan selanjutnya, ketiga lapisan lembaga akan membentuk jaringan-jaringan khusus dan organ-organ tubuh, di mana proses ini disebut organogenesis.






BAB II
Fertilisasi pada hewan
1.    Gametogenesis
Gametogenesis adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengubah plasma germinal (gamet dan cikal bakalnya) menjadi sel-sel kelamin yang sangat terspesialisasi sehingga mampu melakukan fertilisasi untuk kemudian menjadi individu baru. Proses ini, pada individu jantan di sebut spermatogenesis (artinya pembebtukan sel kelamin jantan atau sperma) sedang pada individu betina di sebut oogenesis (pembentukan sel kelamin betina atau ovum).
Secara umum gametogenesi dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu migrasi bakal sel kelamin (BSK) ke gonad, perbanyakan BSK secara mitosis di dalam gonad, reduksi jumlah kromosom sel kelamin menjadi setengah secara meiosis di dalam gonad, dan pematangaan dan diferensiasi gamet menjadi sperma atau sel telur.
Pada umumnya gametogenesis dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan dalam pembentukkan gamet, yakni antara lain sebagai berikut:
1.1  Spermatogenesis (pembentukkan sel kelamin jantan)
Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah menjadi sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone.Adapun tahap-tahap dalam  pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yakni sebagai berikut :
a.    Spermatocytogenesis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.
·         Spermatogonia, Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
·         Spermatosit Primer, Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
b.      Tahapan Meiois
Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II. Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.






Gambar 1: proses spermatogenesis
c.       Tahapan Spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum, maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. Spermatozoa masak terdiri dari :
·         Kepala (caput), tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya, tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum.
·         Leher (servix), menghubungkan kepala dengan badan.
·         Badan (corpus), bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas.
·         Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius.
            Berikut ini adalah gambar sel sperma yang telah masak, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:


Gambar 2: struktur sel sperma

1.2. Oogenesis (pembentukan sel kelamin betina)
·         Sel-Sel Kelamin Primordial
Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.
·         Folikel Primordial
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.000. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.
·         Oosit Primer
Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.





Gambar 3: porses Oogenesis
·         Pembelahan Meiosis Pertama
Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama, tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda.
·         Oosit Sekunder
Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetik yang berbeda. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional.



















Gambar 4: perbandingan spermatogenesis dan oogenesis













2.           Fertilisasi (pembuahan)
Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum terjadi poses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Berikut ini adalah ringkasan proses fertilisasi pada manusia, yakini sebagai berikut:
·         Ketika sel telur dilepaskan dari folikel di dalam ovarium, maka sel telur akan menuju ke tuba fallopi (saluran oviduk).





Gambar 5: proses ovulasi
·         Apabila pada keadaan tersebut terjadi hubungan seksual, maka spermatozoa akan dapat membuahi ovum dalam saluran tuba fallopi tersebut.
·         Spermatozoa akan bergerak dengan bantuan bagian ekornya.
·         Pergerakan tersebut dapat mencapai 12 cm per jam di sepanjang tuba fallopi (saluran oviduk).
·         Pergerakan spermatozoa dibantu juga oleh pergerakan dinding rahim dan dinding tuba falopi.
·         Mulut rahim juga mengeluarkan cairan atau lendir encer agar spermatozoa dapat berenang dengan lancar dalam rahim menuju saluran telur untuk menemui dan membuahi sel telur.
·         Kejadian ini dapat digambarkan seperti seseorang yang berenang di sungai yang searah dengan arus sungai itu, sehingga perenang akan lebih cepat tiba di tempat tujuan.
·         Di depan sudah dijelaskan bahwa prostaglandin yang terdapat di dalam semen dapat merangsang pergerakan dinding rahim
·         Untuk dapat membuahi sel telur, jumlah spermatozoa tidak boleh kurang dari 20 juta.
·         Dari jumlah tersebut hanya satu yang akan membuahi sel telur, dan yang lain akan mati dan terserap oleh tubuh.
·         Ibarat perlombaan, hanya satu yang akan menjadi pemenang, dan itulah yang akan membuahi sel telur.
·         Sesaat sebelum terjadinya fertilisasi, sperma melepaskan enzim pencerna yang bernama hialuronidase yang bertujuan untuk melubangi protein penyelubung telur
·         Setelah dinding sel telur berlubang, maka sel sperma masuk ke dalam sel telur.
·         Bagian yang masuk adalah kepala dan bagian tengah, sedangkan ekor dari sel sperma terputus dan tertinggal.
·         Akhirnya, terjadilah pembuahan itu.






Gambar 6: proses pembuahan
·         Di sepanjang tuba fallopi terdapat rambut-rambut getar yang selalu bergerak melambai ke arah rahim (uterus) yang berfungsi untuk memudahkan pergerakan zigot menuju rahim (uterus). Selama berjalan menuju rahim, zigot aktif membelah.
·         Pada saat itu dibutuhkan makanan untuk menjamin kehidupannya.
·         Sumber makanannya adalah kuning telur, yang menyediakan makanan selama perjalanan zigot sampai dapat tertanam di dalam rahim.
·         Apabila perjalanan yang dilakukan zigot normal, dalam waktu 6 hari zigot sudah tertanam di dalam dinding rahim.







Gamabr 7.perjalanan zigot menuju rahim
·         Dari pembuahan tersebut akan dihasilkan zigot yang bersifat diploid dan memiliki kromosom sebanyak 23 pasang atau 46 kromosom di antaranya 44 kromosom tubuh dan 2 kromosom kelamin ( 44A XX or 44 AXY)
·         Di dalam 46 kromosom ini terdapat semua rumus untuk membentuk seorang manusia. Untuk mengetahui lebih jelas tentang proses fertilisasi.






3.    Pembelahan
3.1  Zigot
Zigot adalah hasil dari pembuahan yang akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Pembelahan sel diatas berlangsung di sepanjang saluran tuba fallopi, sambil berjalan menuju uterus. Tahap-tahap pembelahan zigot dimulai dari morula, kemudian berkembang menjadi blastula, selanjutnya blastula ini akan bergerak ke bagian rahim (uterus) dan sesampainya di rahim zigot yang aktif membelah akan mengebor lapisan lendir rahim dengan menggunakan enzim yang dapat melebur sel-sel pada lapisan tersebut. Proses pengeboran ini dapat terjadi selama 4-5 hari, kemudian blastula akan tertanan pada dinding rahim.
Pada manusia pembelahan terjadi secara holobastik tidak teratur. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot. Awalnya zigot membelah menjadi 2 sel, kemudian terjadi tingkat 3 sel, kemudian tingkat 4 sel, diteruskan tingkat 5 sel, 6 sel, 7 sel, 8 sel, dan terus menerus hingga terbentuk balstomer yang terdiri dari 60-70 sel, berupa gumpalan massif yang disebut morula. Berikut ini adalah gambar prosese pembelahan zigot yakni sebagai berikut:




Gambar 8: pembelahan zigot
Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomer. Pembelahan ini terjadi secara mitosis. Ada 4 macam bidang pembelahan yaitu meridian, vertical, ekuator dan latitudinal.
3.2. Fase Morula
Morula adalah suatu bentukan sel seperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Setelah pembelahan zigot menjadi 16, 32yang di sebut morula. Fase morula merupakan bola padat yang penuh dengan sel-sel hasil pembelahan dan masih diselimuti oleh zona pelusida. Blastomer terus mengalami pembelahan menajdi 64 pembelahan terus berlangsung sepanjang saluran oviduc.




Gambar 9: proses pembelahan zigot menjadi morula
3.3 Blastulasi dan Nidasi
Setelah sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus maka akan terbentuk rongga di tengah. Rongga ini makin lama makin besar dan berisi cairan. Embrio yang memiliki rongga disebut blastula, rongganya disebut blastocoel, proses pembentukan blastula disebut blastulasi.




Gambar 10: struktur blastula
Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uteus. Kemudian, 6-7 hari setelah fertilisasi embryo akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi atau nidasi. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi.



.





Gambar 11: proses implantasi
Setelah blastosit berimplantasi, sel-sel trophoblast dari blastosit berinvaginasi ke dinding endometrium, Blastosit berkembang membentuk lapisan dari dalam ke luar yaitu;  hipoblast, epiblast dan tropoblast. Selanjutnya zigot memasuki fase gastrula dengan terbentuknya rongga gastrocoel akibat involusi (pelekukan).

3.4. Gastrulasi
Setelah tahap blastula selesai dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. Gastrula berlangsung pada hari ke 15. Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Pada gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan sel, perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu. Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan, sekarang terletak cukup dekat untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem organ-organ tbuh. Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah luar.
Dalam proses gastrulasi disamping terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula berbagai macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan







Gambar 12: proses gastrulasi
3.5. Tubulasi
Ke tiga lapisan embrionik akan berdifferensiasi menjadi sel yang lebih spesifik dengan fungsi tertentu. Diperkirakan sejak dari sel telur sudah ada pemetaan nasib kelak akan menjadi bagian apa.
Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga dengan pembumbungan. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih ectoderm, mesoderm dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung, berongga. Yang tidak mengalami pembumbungan yaitu notochord, tetapi masif. Mengiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung ketiga lapis benih, yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ) bentuk definitif. Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung, terjadi pula differensiasi awal pada daerah-daerah bumbung itu, bagian depan tubuh menjadi encephalon (otak) dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). Pada bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan, tengah dan belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan otot rangka, bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain, otot visera, rangka dan alat urogenitalia.


4.    Organogenesis
Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus.
4.1            Perkembangan Janin Dari Minggu Ke Minggu
Minggu ke-1 :
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda
Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen. Sel-sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai proses pembuahan.

Minggu ke-2
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium

Minggu ke-3

Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.








Gambar 23: embrio pada minggu ke 3

Minggu ke-4
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).

           










Gambar 24: embrio minggu ke-4
Minggu ke-5
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.









Gambar 25: embrio minggu ke-5
Minggu ke-6

Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak









Gambar 26: embrio minggu ke-6
s
Minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.







Gambar 27: embrio minggu ke-7







Minggu ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan. bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna.








Gambar 28: embrio minggu ke-8
Minggu ke-9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.






Gambar 29: embrio minggu ke-9
Minggu ke-10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.









Gambar 30: embrio minggu ke-10

Minggu ke-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri










Gambar 31: embrio minggu ke-11

Minggu ke-12

Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram. Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan
kelopak mata.





Gambar 32: embrio minggu ke-12
Minggu ke-13
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.
Minggu ke-14
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak.
                       













Gambar 33: embrio minggu ke-14
Minggu ke-15

Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mmBayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup.

                       










Gambar 34: embrio minggu ke-15

Minggu ke-16
Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram.








Gambar 35: embrio minggu ke-16
Minggu ke-17
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjaga suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk.





Gambar 36: embrio minggu ke-17
Minggu ke-18
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.







Gambar 37: embrio minggu ke-18
Minggu ke-19
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.







Gambar 38: embrio minggu ke-19
Minggu ke-20
Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini.Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat.










Gambar 39: embrio minggu ke-20
Minggu ke-21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.









Gambar 40: embrio minggu ke-21

Minggu ke-22
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional.








Gambar 41: embrio minggu ke-22
Minggu ke-23

Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram. Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.












Gambar 42: embrio minggu ke-23

Minggu ke-24
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang, Kulit bayi mulai menebal.









Gambar 43: embrio minggu ke-24
Minggu ke-25
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.










Gambar 44: embrio minggu ke-25

Minggu ke-26
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.










Gambar 45: embrio minggu ke-26
Minggu ke-27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.









Gambar 46: embrio minggu ke-27
Minggu ke-28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh.
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.








Gambar 47: embrio minggu ke-28
Minggu ke-29
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
 





Gambar 48: embrio minggu ke-29

Minggu ke-30
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa.Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.











Gambar 49: embrio minggu ke-30
Minggu ke-31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban. Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan
perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.



Minggu ke-32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi.









Gambar 50: embrio minggu ke-32
Minggu ke-33
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.













Gambar 51: embrio minggu ke-33
Minggu ke-34
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.










Gambar 52: embrio minggu ke-34
Minggu ke-35

Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.









Gambar 53: embrio minggu ke-35
Minggu ke-36
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm.









Gambar 54: embrio minggu ke-36
Minggu ke-37
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm.











Gambar 55: embrio minggu ke-38

Minggu ke-38 - Minggu ke-40
Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.








Gambar 56: embrio minggu ke-39


4.2  Karakteristik Janin
4.2.1. Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan
Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. Awalnya sel sperma yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi organ betina. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Proses deferensiasi menjadi testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk tubulus semineferus. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel leydig. Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller, testosteron berdeferensiasi menjadi epididimis, vas deferent, vesikula seminlis dan duktus mesonefros. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra. Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Kemudian testis turun ke pelvis terus menuju ke skrotum. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis.
Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah, epitel germinal menebal membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur. Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Di sini cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. PGH dari placenta mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia, lalu berplorifrasi menjadi oosit primer. Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Saat gonad yang berdeferensiasi menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya menjadi melintang.
Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. Klitoris sebenarnya merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. Pada laki-laki evagina ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca.

4.2.2. Pengeluaran Bayi
Kelahiran bayi dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya, tahap kedua adalah kelahiran bayi yang keluar dengan selamat. Tahap ketiga, pengeluaran plasenta. Tahap berikutnya adalah observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar.
Tahapan yang pertama adalah kontraksi. Ini biasanya fase paling lama. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. Setelah itu leher rahim akan semakin lebar.Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya, berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm.
Secara umum dan normal, pembukaan leher rahim akan terus meningkat dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat, sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda. Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat, sekitar 15 menit sampai 1 jam. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin.
Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu.

4.2.3. Pengeluaran plasenta
Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar, tapi tugas belum berakhir. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan. Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi. Apabila plasenta telah keluar, akan segera dijahit robekan atau episiotomi sehingga kembali seperti semula.















4.3. Turunan organogenesis

Pada periode pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. Pada periode pertumbuhan akhir, penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu individu. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin, watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu.










Gambar 56: pembentukan organ tubuh
4.3. 1. Turunan Ektoderm

Ektoderm sebagai lapisan luar dari embrio terdiri dari bakal bumbung neural, bakal pial neural, dan bakal epidermis. Bumbung neural (neural tube)merupakan bakal dari sistem saraf pusat sedangakan pial neural (neural chest)akan membentuk sistem saraf periferi serta ganglion, medulla adrenal, sel-sel pigmen, rawan larinks dan rawan kepala. Turunan epidermis dapat dibagi menjadidua macam, yaitu: Yang berasal dari penebalan epidermis (plakioda), seperti lensamata, telinga bagian dalam, puting-puting pengecap dan epidermis lainnya akanmembentuk epidermis kulit, rambut, tanduk, kuku, dan lapisan permukaan mulutdan anus, serta hipofisa anterior.
Sistem Saraf Pusat
Pembentukan sistem saraf pusat diawali dengan pembentukan bumbung neural atau neuralisasi dan embrio pada stadium ini dikenal dengan Neurula Setelah notocord dibentuk, notocord akan menginduksi ektoderm yang adadiatasnya untuk mulai terjadi neuralisasi. Sel-sel ektoderm akan berubah bentuk menjadi panjang seperti palisade sehingga daerah ini menjadi lebih tebal danmendatar bila dibandingkan dengan daerah disekitarnya dan penebalan iniselanjutnya disebut keping neural.Tidak lama kemudian bagian tepi keping neuralmenebal serta tumbuh diatas membentuk lipatan neural dengan parit neuraldibagian tengahnya. Lipatan neural akan tumbuh sehingga mendekati daerahdorso medial embrio. Setelah bertemu, mereka akan melebur menjadi bumbungneural yang diliputi oleh ektoderm diatasnya.
Sel-sel yang terdapat pada antara bumbung neural dengan ektoderm luar menjadi sel-sel pial neural yang kelak akan bermigrasi keseluruh tubuh embrio untuk membentuk sel-sel pigmen, sistem saraf tepi dan medula adrenal.diferensiasi bumbung neural menjadi daerah daerahsistem saraf pusat berlangsung melalui tiga cara serentak. Secara anatomi, bumbung neural dan rongganya menggelembung, berkonstriksi sehinggaterbentuk ruang-ruang. Pada tangkai jaringan, sel-sel pada dinding bumbungneural menyusun diri Sehingga membentuk bagian-bagian fungsional khusus dari otak dan sumsum tulang belakang dan pada tingkat seluler, sel-sel akan berdeferensiasi menjadi neuron dan sel penunjang.Pada awalnya bumbung neural membentuk lurus. Sebelum bumbung neural posterior terbentuk, bumbung neural bagian paling anterior telah memulai dengan pembentukan otak. Bumbung neural menggelembung membentuk tiga vesikula: Otak depan (prosensefalon), otak tengah (mesensefalaon) dan otak belakang (rhombensefalon).








Gambar 57: perkembangan pial neural
Pada waktu ujung bumbung neural menutup, dibentuk tonjolan baru, vesikula optik yang menonjol pada sisi lateral otak depan. Telensefalon kelak akan menjadi serebrum (otak besar) sedang diensefalon akan menjadi talamus, hipothalamus, epifisa, dan hipofisa posterior
Mesensefalon tidak berubah dan rongganya menjadi aquaduct serebral. Rhombosensefalon terdiferensiasi menjadi metensefalon disebelah anterior danmiensefalon disebelah posterior. Mielensefalon kelak akan menjadi medulaoblongata sedang metensefalon menjadi serebelum (otak kecil) dan pons varoli(jembatan varoli)Pada daerah otak depan bagian posterior terbentuk vesikula optik yangmerupakan penonjolan kearah lateral. Vesikula optik menyentuh ektoderm danmenginduksi ektoderm membentuk plakoda.
Induksi ini sanga spesifik, bilavesikula optik dipindahkan ke daerah lain dari kepala, ia akan menginduksi ektoderm untuk membentuk lensa bukan ektoderm kepala. Setelah plaktoda lensa terbertentuk, ia akan berinvaginasi dan menginduksi balik vesikula optik menjadi dan menyebabkan adanya perubahan pada optik tersebut.Vesikula optikberinvaginasisehingga terbentuk suatu cawan optik dengan dinding rangkap. Sambil invaginasi berlangsung lebih lanjut, hubungan antara cawan optik dan otak menyempitmenjadi tangkai optik, sedang lapisan cawan optik mengalami diferensiasi.
Sel-sel pada lapisan luar menghasilkan pigmen dan disebut lapisan berpigmen retina yangakhirnya menjadi retina berpigmen. Lapisan dalam memperbanyak diri dengancepat dan membentuk neuron, glia, interneuron dan sel-sel ganglion, lapisan inidisebut lapisan sensori retina yang kelak akan menjadi retina sensoris. Akson darisel-sel ganglion bertemu pada bagian dasar mata sepanjang tangkai optik danmenjadi saraf mata. Bakal lensa berinvaginasi dan membentuk gelembung, kemudianmelepaskan diri dari ektoderm. Lensa bersentuhan dan menginduksi ektodermyang menutupinya untuk membentuk kornea. Lensa mengalami diferensisiasi. Sehingga menjadi transparan. Diferensiasi ini menyangkut perubahan struktur selmaupun terjadinya sintesis suatu protein spesifik yang disebut kristalin. Sel-sellensa pada sisi dekat retina mula-mula berubah menjadi panjanf berbentuk serabutdan menghasilkan kristalin.
Sel-sel tumbuh terus sehingga mengisi rongga lensa,dengan demikian lensa sekarang terisi penuh dengan sel-sel kristalin yang jernihatau transparan serta tidak berisi. Langsung dimuka lensa terdapat jaringan ikat, Yaitu iris yang berasal dari ektoderm daerah cawan optik yang tidak terdeferensiasi menjadi retina sensoris.Lapisan koroid dan sklera, yaitu lapisanluar dari mata yang dibentuk dari mesenkim yang berakumulasi mengelilingi bolamata. Kornea akan menjadi jernih karena pigmen pada sel-sel epidermis hilang.
4.3.2. Turunan Mesoderm
Mesoderm Paraksial (dorsal)
Menjelang akhir minggu ketiga mesoderm paraksial terpecah dalamkelompok-kelompok sel epiteloid yang disebut somit. Pasangan somit pertamatimbul pada bagian leher mudigah. Setiap hari akan timbul 3 somit sehingga padaakhir minggu kelima terdapat 42 sampai 44 pasang somit. Pasangan somit iniadalah; 4 oksipital, 8 servikal, 12 torakal, 5 lumbal, 5 sakral dan 8 sampai 10 pasang koksigeal. Somit oksipital pertama dan sampai 7 somit koksigeal yangterakhir kemudian menghilang.
            Menjelang permulaan minggu keempat sel-sel epiteloid yang membentuk dinding ventral dan dinding medial somit kehilangan bentuk epitelnya menjadi polimorf dan berpindah mengelilingi korda dorsalis. Sel-sel ini bersama-samadisebut sklereton, membentuk jaringan yang dikenal sebagai mesenkim. Merekaakan mengelilingi sum-sum tulang belakang dan korda dorsalis untuk membentuk kolumna vertebralis. Dinding korsal somit yang masih tertinggal dinamakandermatom membentuk suatu lapisan sel baru. Segera setelah terbentuk sel inigagal membelah diri dan jaringan yang terbentuk ini disebut miotom. Setiapmiotom mempersiapkan otot-otot untuk segmennya sendiri. Setelah sel-seldermatom membentuk, miotom dan menyebar di bawah ektoderm sekitarnya. Disini sel-sel tersebut membentuk dermis dan jaringan subkutan. Karena itu setiapsomit membentuk skleroton 9 komponen tulang rawan dan tulang), mioton(mempersiapkan komponen otot segmental) dan dermatom (komponen kulit disegmennya). Sebagaimana akan terlihat kemudian, setiap mioton dan dermatommasing-masing mempunyai komponen saraf disegmenya sendiri.







Gambar 58. Pembentukan Mesoderm
Mesoderm intermedier
Jaringan ini berdiferensiasi dengan cara yang berbeda dengan somit. Didaerah servikal dan torakal bagian atas jaringan ini secara segmental menyusunkelompok-kelompok sel yang kelak menjadi nefrotom, sedangkan lebih kaudalmembentuk massa jaringan yang tak bersegmen dikenal sebagai korda nefrogenik yang nantinya berkembang menjadi sistem ekskresi dan saluran genital.
·         Sistem Ekskresi
Pada manusia pronefros, mesonefros dan metanefros terbentuk secara berurutan. Pronefros merupakan ginjal yang pertama dibentuk dan terletak palingkranial, sangat vestigial. Kemudian dibentuk mesonefros yang terletak lebihkaudal dari pronefros. Mesonefros merupakan organ ekskresi pada embrio, tetapiseperti pronefros pada dewasa akan hilang kecuali sebagian salurannya yang akanmenjadi saluran genital jantan. Metanefros merupakan ginjal yang paling akhir dibentuk dan terletak paling kaudal. Mulai berfungsi pada tahapan akhir embriokalau mesonfros mengalami regresi dan akan berfungsi sebagai ginjal fungsional pada individu dewasa.

Ginjal ronefros
Pronefros merupakan daerah yang terdiri atas segmen-segmen yang disebut nefrotom. Sel-sel nefrotom terpisah an membentuk rongga yang di sebut nefrocoel. Tubulus pronefros di bentuk dari nefrotom yang mengan dung nefrocoel serta bermuara dan berhubungan dengan soelom melalui nefrostom yang berbentuk corong secara bersilia. Pada ujung saluran pronerfos yang lainnya bersatu membentuk duktus pronefros yang memanjang ke arah posterior dan bersatu dengan kloaka.








Gambar 59: pembentukan tubulus nefron
Suatu gelungan pembuluh darah (glomus) sebagai cabang dari aorta dorsal berhubungan dengan corong dekat nefrostom. Sampah metabolisme keluar dari pembuluh darah masuk ke dalam celoemdekat pada nefrostom dan di alirkan ke kloaka.

Ginjal mesonefros
Dibentuk dari jaringan dari nefrogenik yang merupakan jaringan mesoderm internedier yang telah diinduksi oleh duktus pronefros sewaktu duktus pronefros tumbuh memanjang ke arah posterior tubuh. Aorta dorsal membuat cabang pembuluh darah yang menggulung membentuk glomerulus yang berhubungan dengan tubulus mesonefros. Bagian tubulus berhubungan dengan gromerulus akan berinvaginasi membentuk kapsula bowman. Sampah disaring dari arah masuk ke kapsula bowman lalu masuk ke tubulus mesonefros.










Gambar 60: ginjal metanefros



Ginjal Metanefros
Pada daerah yang berdekatan dengan daerah duktus mesonefros bersatu dengan kloaka tumbuh suatu tonjolan yaitu tunas ureter. Tunas ureter tumbuh melebar dan bercabang masuk ke dalam bagian posterior dari nefrotom yang merupakan bakal metanefros. Tunas ureter menginduksi jarinagn nefogenik metanefros untuk pembentukan tubulus metanefros yang akan berhubungan dengan glomerulus melalui kapsula bowman.







Gambar 62: tunas ureter








Gambar 63: perkembangan ginjal

·         Sistem Genitalia
Gonad dibentuk sebagai suatu penebalan pada permukaan ventromedialmesonefros. Penebalan ini berbentuk sebagai suatu pematang yang membujur antero-posterior serta menonjol kedalam coelem disebut pematang genital.Pematang genital terdiri atas mesenkim dibagian dalam dan epitelium bagian luar  bersambung dengan epitelium mesonefros. Epitelium pematang genital tumbuhdan disebut epitel germinal. Pada epitel germinal inilah BSK, yang datang dariluar gonad pertama kali berada didalam gonad. Epitel germinal pematang gonad berfoliferasi kearah dalam dan membentuk pita-pita seks primer. Pada tahap ini belum dapat dipisahkan antara gonad jantan dan betiana dan disebut gonad indiferen.
Pada embrio jantan(dengan kromosom XY), pita seks primer serta BSK yang terdapat didalamnya akan berfoliferasi, uterus masuk kedalam jaringan ikat.Pita-pita ini bersambungan satu dengan yang lainnya membentuk suatu jalan  pita- pita sek internal. Pada ujung distal rete testis. Pita-pita ini kemudian akan melepasdari epitel germsinal dan mereka dipisahkan oleh suatu lapisan yang disebut tunika albuginea. Pada awalnya pita-pita testis ini adalah fasif, baru pada periode pubertas akan membentuk ronggadan menjadi tubulus seminiferus yang bermuaradi duktus eferensia. Selama periode fetus, mesenkim yang terdapat di antara pita- pita testis berdiferensiasi menjadi sel Leydig  yang menghasilkan testosteron sedan pita-pita testis berdiferensiasi menjadi sel Sertoli
Pada betina (dengan kromosom XY), BSK berada pada epitelium germinal pita sek yang pertama dibentuk dan akan berdegenerasi dan gonad bagian dalam berisi mesenkim dan pembuluh darah. Epitelium germinal atau korteks menebaldan sel-sel korteks sebelah dalam berkelompok mengelilingi BSK yang kelak menjadi folikel frimer dari ovarium.Lapisan-lapisan mesoderm parietal dan viseralKedua lapisan ini membatasi selom intra-embrional. Mesoderm pariental bersama ektoderm disekitarnya membentuk dinding lateral dan ventral tubuh.Mesoderm viseral dan entoder embrional membentuk dinding usus.













Gambar 64: diferensiasi gonad manusia



Diferensiasi Mesoderm Lateral 
Lebih kearah lateral mesoderm intermedier terdapat mesoderm lateralmembelah dua menjadi mesoderm somatik ( parietal ) terletak dibawah ektodermdan mesoderm splanknik (visera)mengelilingi endoderm. Mesoderm somatik danendoderm sangat erat hubungannya sehingga tampak sebagai suatu lapisan dandisebutsplanknopleurademikian pula mesoderm splanknik terdapat ronggatubuh yang terbentan dari arah leher hingga posterior. Dalam perkembanganselanjutnya akan terbentuk lipatan-lipatan dari mesoderm somatik yang membagicoelem menjadi beberapa organ. Pada mamalia coelem terbagi menjadi rongga pleura, perikardium dan perioteneum.

Pembentukan Anggota Tubuh
Bakal atau tunas anggota tubuh dibentuk dari proliferasi sel-sel mesodermsomatik yang terletak dibawah ektoderm sehingga terbentuk suatu tonjolan berbentuk dayung. Permukaan tonjolan ini ditutupi oleh suatu penebalan eotodermdisebut pematang ektoderm apikal (Apikal Ektodermal Ridge, AER). Terdapatsuatu ketergantungan antara AER dan mesoderm tunas anggota tubuh. Kalaumesoderm tunas tidak ada maka AER tidak akan terbentuk, sebaliknya bila AER tidak ada maka mesoderm tidak tumbuh. Asal mesoderm dari daerah pembentuk anggota tubuh mempunyai dua sumber yaitu mesoderm somatik dan sel-sel somityang berpindah kedaerah bakal anggota tubuh yang akan menjadi otot anggotatubuh. Setelah sel-sel somit berada ditunas anggota tubuh, sel-sel somit tidak dapat dibedakan dari mesoderm somatik. Sambil tunas memanjang, sel-sel bakalrawan menenpati bagian tengah. Tunas anggota tubuh kemudian berubah bentuk dari bentuk dayung menjadi bentuk kerucut menjadi bentuk anggota tubuh yangsebenarnya.
Bentuk anggota tubuh dicapai karena terjadi tumbuh secaradiferensiasi dan dibantu dengan kematian sel. Morfologi anggota tubuh dicapaimelalui kemtian sel sepanjang tepi anterior dan posterior mesoderm anggotatubuh.Kematian sel terjadi pula pada erosi jarinag antara jari dalam pembentukkan jari, sehingga bila hal ini tidak terjadi maka jari akan tetap dihubungkan dan disatukan oleh selaput seperti halnya pada selaput pada bebek.



Sistem Peredaran Darah

·         Pembentukan Jantung
Jantung dibentuk sangat awal sebelum embrio dari kantung yolk tumbuh.Embrio pada tahap ini terletak diatas permukaan yolk dan mesoderm lateralnyaterdapat mengarah ke blastoderm. Mesoderm tidak dapat bertemu pada bagianventral embrio karena terhalang oleh yolk. Mesoderm bakal jantung terdapat padadua daerah terpisah, masing-masing terletak pada kedua sisi tubuh embrio yangmerupakan bagian dari mesoderm akan menjadi usus depan embrio.

 








Gambar 65: pembentukan jantung
Setelah usus depan dibentuk, pada stadium lipatan kepala, sel-sel mesodermsplanknik bakal jantung melepaskan diri dan membentuk sepasang tabung yangdibatasi oleh endokardium. Dengan bertambah panjangnya usus depan, keduasaluran yang terletak didepan portal usus depan bertemu dan kemudian melebur menjadi suatu tabung sisa mesoderm splanknik bakal jantung saling berdekatandan membentuk epimiokardium yang akan membentuk otot pada dinding jantung.Portal usus memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan jantungserta masing-masing bakal jantung mampu berkembang menjadi jantung utuh.Jantung pada awalnya merupakan tabung yang lurus dan tidak mempunyai ruang-ruang khusus didalamnya. Baru kemudian tabung ini berubah melalui beberapacara. Mulai dari belakang jantung ini tumbuh kedepan, lalu belok ke bawah dankekanan kemudian membelok lagi kekiri mengarah keatas dan kedepan. Jantungsekarang berbentuk huruf S.
Jantung kemudian pada beberapa tempat membuatkonstriksi dan pada tempat ini menggelembung sehingga terbagi menjadi empat bagian utama. Sinus venosus terletak pada bagian posterior dan berkelanjutandengan vena viteling. Atrium terdapat pada ujung belokan pertama, ventrikelterdapat pada bagian turun belokan pertama dan kedua. Bagian yang mengarahkedepan dari belokan kedua menjadi trunkus arterorius berkelanjutan denganaorta. Sebelum pembagian ini berlangsung, jantung telah berfungsidan melai berdenyut dengan teratur. Dari seluruh organ pada hewan jantung merupakanorgan yang pertama kali berfungsi.

·                  Pembentukan Pembuluh Darah
Pembuluh darah utama pada embrio adalah pembuluh yang membawanutrisi ke tubuh dan gas ketempat terjadinya respirasi. Vena vitelin dibentuk darikumpulan sel-sel mesoderm splanknik terjadi pulau-pulau darah kemudian berongga membentuk tabung berdinding rangkap seperti hal nya pada jantung.Lapisan dalam sel-selnya memipih dan menjadi endotelium dan sel-sel sebelahluar menjadi otot polos.
Kelompok sel pulau darah yang berada ditengahberdiferensiasi menjadi sel darah embrio. Sambil pulau darah tumbuh, mereka lalu bersatu membentuk jaringan kapoler yang bermuara di kedua pembuluh vitelinmembawa makanan dan darah kedalam jantung yang baru dibentuk. Pembentukan pembuluh darah dalam tubuh berlangsung sama seperti halnya pembentukandarah ekstra-embrio pada kantung yolk. Hanya disini sel-selnya dari mesenkim.Sel-sel darah dan kapiler berkembang di dalam mesoderm ekstraembrional dari jonjot-jonjot dan tangkai penghubung. Dengan terus bertunasnya pembuluhekstra-embrional terbentuklah hubungan dengan pembuluuh darah mudigah,sehingga menghubungkan mudigah dan plasenta.

4.3.3 Turunan Endoderm
Endoderm membangun permukaan dua saluran didalam tubuh. Saluran pertama, terbentang disepanjang tubuh, yaitu saluran pencernaan. Tunas-tunasyang keluar dari saluran ini adalah hati, kantung empedu, dan pankreas. Salurankedua bercabang membentuk saluran pernapasan. Saluran pencernaan dan pernapasan terbagi menjadi suaru ruangan pada bagian anterior embrio, yaitu padafarinks. Kantung-kantung yang keluar dari farinks membentuk kelenjar tonsil,tiroid, timus, dan paratiroid. Saluran pernapasan dan pencernaan keduanya berasaldari usus primitif. Setelah embrio membuat lipatan kepala dan lipatan ekor, ususdapat dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu usus depan, usus tengah dan usus belakang.Pada awalnya ujung oral tertutup, ektoderm disebut sebagai keping oral ataustomodium, lalu pecah dan terbentuk lubang dibatasi oleh endoderm pada ujungsaluran pencernaan. Ektoderm keping oral berhubungan dengan ektoderm otak telah melekuk ke ventral embrio. Kedua ektoderm bersatu, atap-atap dari daerahoral menjadi bagian anterior dari hipofis. Sedang jaringan neural dari jaringanneural dari dasar diensefalon membentu tinfunddilibumi yang kelak akan menjadi bagian neural dari hipofisa

·         Saluran Penceraan
Pada posterior dari faringks dibentuk eksofagus, lambung, usus halus, ususkasar. Lapisan permukaaan dalam dari saluran ini serta kelenjar-kelenjarnya berasal dari endoderm tetapi otot pada dinding, jaringan ikat, pembuluh darah,mensenterium dan epitel yang menutupi permukaan usus awal, saluran pencernaan merupakan saluran sederhana. Pada ujung kaudal usus terjadi suatulekukan tempat pertemuan ektoderm dan endoderm dan kedua lapisan ini dibatasioleh membran kloaka yang akan pecah dan menjadi anus. Disebelah kaudalambung terbentuk ketiga turunan saluran pencernaan. Devertikulum hatimerupakan saluran yang keluar dari usus depan, masuk ke mesenkim yang adadisekeliling lambung.
Mesenkim menginduksi endoderm untuk berfoliferasi, bercabang dan membentuk sel-sel hati. Sebagian divertikulum hati akan berfungsi sebagai saluran dari hati dan cabangya akan membentuk kantung empedu.Pankreas dibentuk sebagai fusi dari divertikulum yang berasal dari sebelah dorsaldan ventral saluran pencernaan tepat disebelah kaudal empedu.

·         Saluran Pernapasan
Paru-paru berasal dari saluran pencernaan walaupun tidak mempunyai peranan dalam pencernaan. Pada bagian tengah farinks antara kantung faringks ketempat keluar alur laringo farinks yang tumbuh keventral. Alur ini bercabang duasebagai cabang utama dari paru-paru. Endodermnya membentuk batas permukaantrakea, bronchii, dan alveolus paru-paru. Seperti hal nya pada hati percabangandari saluran-saluran disini juga tergantung pada interaksi dengan mesenkim yangada disekitarnya.


5.    Kasus Pembelahan Tidak Normal
5.1            Kembar siam
Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran. Yang bisa bertahan hidup berkisar antara 5% dan 25%, dan kebanyakan (75%) berjenis kelamin perempuan.

 

 

 

 

Gambar 66: kelainan kembar siam pada manusia

Penyebab Kelahiran Kembar

Banyak faktor diduga sebagai penyebab kehamilan kembar. Selain faktor genetik, obat penyubur yang dikonsumsi dengan tujuan agar sel telur matang secara sempurna, juga diduga ikut memicu terjadinya bayi kembar. Alasannya, jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur, maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa banyak, bahkan sampai lima dan enam

Proses
Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua. Monozigot, kembar yang berasal dari satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot. Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan. Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak.
Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu, yaitu 0 - 72 jam, 4 - 8 hari, 9-12 dan 13 hari atau lebih. Pada pembelahan pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta. Sedangkan pada pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya tidak. Akibatnya, perkembangan bayi bisa terhambat. Lalu, pada pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
Pada pembelahan keempat, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya kelamaan, sehingga sel telur keburu berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.
Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja yang terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan sempurna. Namun, keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Faktor yang memengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.

Persentase hidup

Sejumlah kesimpulan medis menyebutkan, terjadi satu kasus kembar siam untuk setiap 200 ribu kelahiran. Jadi, jika Indonesia berpenduduk 200 juta, ada peluang 1.000 kasus kembar siam!. Dari semua kelahiran kembar siam, diyakni tak lebih dari 12 pasangan kembar siam yang hidup di dunia. Saat dilahirkan kebanyakan kembar siam sudah dalam keadaan meninggal, yang lahir hidup hanya sekitar 40 persen.
Dari mereka yang lahir hidup, 75 persen meninggal pada hari-hari pertama dan hanya 25 persen yang bertahan hidup. Itu pun sering kali disertai dengan kelainan bawaan dalam tubuhnya (incomplete conjoined twins). Apakah itu organ pada bagian ekstoderm, yakni kulit, hidung dan telinga, atau mesoderm yang mencakup otot, tulang dan saraf, atau bias juga indoderm, yakni bagian organ dalam seperti hati, jantung, paru dan otak.

BAB III
PENUTUP
·         Gametogenesis merupakan proses pembentukaan sel gamet yang terspesialisasi untuk fertilisasi sehingga mampu menghasilkan individu baru
·         Gamatogenesis dapat di bagi menjadi 2 yakni spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel gemet jantan di mana 1 sel induk menghasilkan 4 anak yang fertil. Sedfangkan oogenesis pembentukkan sel gamet betina, dimana 1 sel induk menghasilkan 1 sel anak yang fertil.
·         Fertilisasi merupakan proses pembuahan yang bertemunya antara sl gamet jantan dengan sel gamet betina yang akan melebur menjadi 1 sel zigot.
·         Pembelahan zigot dari 1 menjdi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya.
·         Fase morula adalah zigot yang telah mengalami pembelahan menjadi 2-16 sel. Morula akan mengalami terus pembelahan sel menjdi 32 sampai ratusan sel yang di sebut blastula. Dan blastula akan terus berkembang menjadi grastula yang di tandai dengan terbentuknya rongga tubuh dan cairan rongga.
·         Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8.
·         Jantung embrio mulai berdetak pada awal bulan ketiga.
·         Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi embrio dari ibu embrio di lenkapi dengan organ plasenta yang berfungsi untuk saluran pertukan nurtisi dan hasil metabolisme embrio dan ibu.
·         Dari awal fertilisasi di butuhkan waktu kurang lebih 9 bulan sampai untuk menunggu peristiwa kelajiran.
·         Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.





Daftar Pustaka

Anonim.2011.Fertilisasidanpembuahan.http://biologionline.blogspot.com/2011/04/fertilisasi-pembuahan.html. Diakses pada tanggal 21 Mei 2012.
Anonim. 2012. Proses Pembentukka Janin.http://biologinews.blogspot.com/2010/11/proses-pembentukan-janin.html#ixzz1v2eEcRpX. Diakses pada tanggal 21 Mei 2012

Anonim.2010.SpermatogenesidanOogenesis.http://iqbalali.com/2008/02/01/spermatogenesis-vs-oogenesis/. Diakses pada tanggal 21 Mei 2012.
Partodihardjo, S. 1980. Ilmu Reprodksi Hewan. Mutliara. Jakarta.

Wiknjosastro, H. 2004 . Pembuahan, nidasi dan plasentasi.. Edisi Ketiga. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Tim Dosen. 2012. Struktur Perkembangan Hewan. Medan: F-MIPA Universitas Negeri Medan



MASA ORIENTASU MADRASAH

TATA TERTIB MASA ORIENTASI MADRASAH (MOM) PERGURUAN THAWALIB DARUR RACHMAD SIBOLGA TAHUN AJARAN 2017-2018 Tata tertib masa orie...