Pada zaman dahulu kala tinggallah seorang putri yang cantik jelita dan seorang pangeran yang tampan....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pada akhirnya mereka hidup bahagia
Senin, 12 Juni 2017
Biodata
Nama : Rudy Handoko, S.Pd
Tempat/ Tanggal Lahir : Sibolga, 4 Februari 1994
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas perhatiannya :)
Tempat/ Tanggal Lahir : Sibolga, 4 Februari 1994
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas perhatiannya :)
Minggu, 11 Juni 2017
Perkembangan Embrio Manusia
PERKEMBANGAN EMBRIO MANUSIA
Pada hampir
semua mahkluk hidup suatu generasi baru
dimulai dari suatu telur yang telah dibuhai (difertilisasi), atau zigot yatu
suatu sel hasil penggabungan dari sel induk betina dan sel induk janta. Di mana
masing-masing induk berperan dalam menetukan sifat-sifat individunya baru yakni
dalam halukuran, bentuk, perlengkapan fisiologis dan pola perilakunya. Pada
proses perkembangan manusia melalui berbagai tahap yang dimulai dari gemetosis
pada masing-masing induk, dimana induk jantan emngalami spermatogenesis (proses
pembentukan sperma), dan induk betina mengalami oogenesis (proses pembentukan
ovum).
Setelah terjadi
fertilisasi (proses peleburan dua gamet sehingga terbentuk individu dengan
sifat genetuk yang berasl dari kedua induknya) maka akan terbentuk zigot. Zigot
akan mulai membentuk suatu organisme yang multiseluler yang dilakukan dengan
proses-proses pembelahan. Pembelahan awal yang terjadi disebut sebagai
blastulasi di mana sel yang merupakan hasil fertilisasi antara dua induk
mengalami pembelahan menjadi 2, 4, 8 dan seterusnya.
Setelah beberapa kali mengalami
pembelahan sinkron, embrio kemudian membentuk suatu bola yang di sebut morulla.
Setelah menjalani tahap pembelahan dan pembentukan blastula, embrio akan masuk
kedalam suatu tahapan yang paling kritis selama masa perkembangannya, yaitu
stadium grastula. Grastulasi (proses pembentukan grastula) ditandai dengan
perubahan susunannya yang sangat besar dan sangat rapi dari sel-sel embrio.
Grastulasi akan menghasilkan suatu embrio yang mempunyai tiga lapisan lembaga
yaitu lapisan endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ektoderm
disebelah luar. Dalam perkembangan selanjutnya, ketiga lapisan lembaga akan
membentuk jaringan-jaringan khusus dan organ-organ tubuh, di mana proses ini
disebut organogenesis.
BAB II
Fertilisasi
pada hewan
1. Gametogenesis
Gametogenesis adalah suatu proses yang
bertujuan untuk mengubah plasma germinal (gamet dan cikal bakalnya) menjadi
sel-sel kelamin yang sangat terspesialisasi sehingga mampu melakukan fertilisasi
untuk kemudian menjadi individu baru. Proses ini, pada individu jantan di sebut
spermatogenesis (artinya pembebtukan sel kelamin jantan atau sperma) sedang
pada individu betina di sebut oogenesis (pembentukan sel kelamin betina atau
ovum).
Secara umum gametogenesi dapat dibagi
menjadi empat tahap, yaitu migrasi bakal sel kelamin (BSK) ke gonad,
perbanyakan BSK secara mitosis di dalam gonad, reduksi jumlah kromosom sel
kelamin menjadi setengah secara meiosis di dalam gonad, dan pematangaan dan
diferensiasi gamet menjadi sperma atau sel telur.
Pada
umumnya gametogenesis dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan dalam pembentukkan
gamet, yakni antara lain sebagai berikut:
1.1 Spermatogenesis
(pembentukkan sel kelamin jantan)
Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah
menjadi sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur
yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus
seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone.Adapun
tahap-tahap dalam pembentukan
spermatozoa dibagi atas tiga tahap yakni sebagai berikut :
a. Spermatocytogenesis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis
berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.
·
Spermatogonia, Spermatogonia merupakan struktur
primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis.
Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang
menjadi spermatosit primer.
·
Spermatosit Primer, Spermatosit primer
mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu
spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
b.
Tahapan Meiois
Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin
banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II. Sitokenesis
pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah,
tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge).
Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.
Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 1: proses spermatogenesis
c.
Tahapan Spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa
yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase
pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua spermatozoa akan
membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Apabila salah satu dari
spermatozoa ini bersatu dengan ovum, maka pola sel somatik manusia yang 23
pasang kromosom itu akan dipertahankan. Spermatozoa masak terdiri dari :
·
Kepala (caput), tidak hanya mengandung inti
(nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya, tetapi juga ditutup oleh
akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum.
·
Leher (servix), menghubungkan kepala dengan badan.
·
Badan (corpus), bertanggungjawab untuk
memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas.
·
Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong
spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius.
Berikut
ini adalah gambar sel sperma yang telah masak, seperti yang terlihat pada
gambar di bawah ini:
Gambar
2: struktur sel sperma
1.2. Oogenesis (pembentukan sel
kelamin betina)
·
Sel-Sel
Kelamin Primordial
Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam
ektoderm embrional dari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epitelium
germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masing-masing sel
kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang
melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk
folikel primordial.
·
Folikel
Primordial
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex
ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.000. Sejumlah folikel
primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa
kanak-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu
folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf
dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.
·
Oosit
Primer
Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang
kromosom (2n). Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis
kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom.
Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut
DNA.
Gambar 3: porses Oogenesis
·
Pembelahan
Meiosis Pertama
Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de
Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau
ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang
masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang
lain karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel
yang lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer
ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya
kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, juga terjadi
pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu
kromatid tanpa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran
dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Dengan
demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama, tetapi dengan
bahan genetik yang polanya berbeda.
·
Oosit
Sekunder
Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya
apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). Oosit sekunder
membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua
atau tiga badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetik yang
berbeda. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Ovum
yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan
embrional.
Gambar
4: perbandingan spermatogenesis dan oogenesis
2.
Fertilisasi (pembuahan)
Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma
dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di
bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum terjadi poses pembuahan,
terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Berikut ini adalah ringkasan proses
fertilisasi pada manusia, yakini sebagai berikut:
·
Ketika sel
telur dilepaskan dari folikel di dalam ovarium, maka sel telur akan menuju ke
tuba fallopi (saluran oviduk).
Gambar 5:
proses ovulasi
·
Apabila pada keadaan tersebut terjadi hubungan
seksual, maka spermatozoa akan dapat membuahi ovum dalam saluran tuba fallopi
tersebut.
·
Spermatozoa akan bergerak dengan bantuan bagian
ekornya.
·
Pergerakan tersebut dapat mencapai 12 cm per jam di
sepanjang tuba fallopi (saluran oviduk).
·
Pergerakan spermatozoa dibantu juga oleh pergerakan
dinding rahim dan dinding tuba falopi.
·
Mulut rahim juga mengeluarkan cairan atau lendir encer
agar spermatozoa dapat berenang dengan lancar dalam rahim menuju saluran telur
untuk menemui dan membuahi sel telur.
·
Kejadian ini dapat digambarkan seperti seseorang yang
berenang di sungai yang searah dengan arus sungai itu, sehingga perenang akan
lebih cepat tiba di tempat tujuan.
·
Di depan sudah dijelaskan bahwa prostaglandin yang
terdapat di dalam semen dapat merangsang pergerakan dinding rahim
·
Untuk dapat membuahi sel telur, jumlah spermatozoa
tidak boleh kurang dari 20 juta.
·
Dari jumlah tersebut hanya satu yang akan membuahi sel
telur, dan yang lain akan mati dan terserap oleh tubuh.
·
Ibarat perlombaan, hanya satu yang akan menjadi
pemenang, dan itulah yang akan membuahi sel telur.
·
Sesaat sebelum terjadinya fertilisasi, sperma
melepaskan enzim pencerna yang bernama hialuronidase yang bertujuan untuk
melubangi protein penyelubung telur
·
Setelah dinding sel telur berlubang, maka sel sperma
masuk ke dalam sel telur.
·
Bagian yang masuk adalah kepala dan bagian tengah,
sedangkan ekor dari sel sperma terputus dan tertinggal.
·
Akhirnya,
terjadilah pembuahan itu.
Gambar 6:
proses pembuahan
·
Di sepanjang tuba fallopi terdapat rambut-rambut getar
yang selalu bergerak melambai ke arah rahim (uterus) yang berfungsi untuk
memudahkan pergerakan zigot menuju rahim (uterus). Selama berjalan menuju
rahim, zigot aktif membelah.
·
Pada saat itu dibutuhkan makanan untuk menjamin
kehidupannya.
·
Sumber makanannya adalah kuning telur, yang
menyediakan makanan selama perjalanan zigot sampai dapat tertanam di dalam
rahim.
·
Apabila
perjalanan yang dilakukan zigot normal, dalam waktu 6 hari zigot sudah tertanam
di dalam dinding rahim.
Gamabr
7.perjalanan zigot menuju rahim
·
Dari pembuahan tersebut akan dihasilkan zigot yang
bersifat diploid dan memiliki kromosom sebanyak 23 pasang atau 46 kromosom di
antaranya 44 kromosom tubuh dan 2 kromosom kelamin ( 44A XX or 44 AXY)
·
Di dalam 46 kromosom ini terdapat semua rumus untuk
membentuk seorang manusia. Untuk mengetahui lebih jelas tentang proses
fertilisasi.
3. Pembelahan
3.1 Zigot
Zigot
adalah hasil dari pembuahan yang akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Pembelahan
sel diatas berlangsung di sepanjang saluran tuba fallopi, sambil berjalan
menuju uterus. Tahap-tahap pembelahan zigot dimulai dari morula, kemudian
berkembang menjadi blastula, selanjutnya blastula ini akan bergerak ke bagian
rahim (uterus) dan sesampainya di rahim zigot yang aktif membelah akan mengebor
lapisan lendir rahim dengan menggunakan enzim yang dapat melebur sel-sel pada
lapisan tersebut. Proses pengeboran ini dapat terjadi selama 4-5 hari, kemudian
blastula akan tertanan pada dinding rahim.
Pada manusia pembelahan terjadi
secara holobastik tidak teratur. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan
tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot. Awalnya zigot
membelah menjadi 2 sel, kemudian terjadi tingkat 3 sel, kemudian tingkat 4 sel,
diteruskan tingkat 5 sel, 6 sel, 7 sel, 8 sel, dan terus menerus hingga
terbentuk balstomer yang terdiri dari 60-70 sel, berupa gumpalan massif yang
disebut morula. Berikut ini adalah gambar prosese pembelahan zigot yakni
sebagai berikut:
Gambar 8:
pembelahan zigot
Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari
berpuluh sel kecil yang disebut blastomer. Pembelahan ini terjadi secara
mitosis. Ada 4 macam bidang pembelahan yaitu meridian, vertical, ekuator dan
latitudinal.
3.2. Fase Morula
Morula adalah suatu bentukan sel seperti
bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan
sel yang lain adalah rapat. Setelah pembelahan zigot menjadi
16, 32yang di sebut morula. Fase morula merupakan bola padat yang penuh dengan
sel-sel hasil pembelahan dan masih diselimuti oleh zona pelusida. Blastomer
terus mengalami pembelahan menajdi 64 pembelahan terus berlangsung sepanjang
saluran oviduc.
Gambar 9:
proses pembelahan zigot menjadi morula
3.3
Blastulasi dan Nidasi
Setelah sel-sel morula mengalami pembelahan
terus-menerus maka akan terbentuk rongga di tengah. Rongga ini makin lama makin
besar dan berisi cairan. Embrio yang memiliki rongga disebut blastula,
rongganya disebut blastocoel, proses pembentukan blastula disebut blastulasi.
Gambar 10: struktur
blastula
Pembelahan hingga terbentuk blastula
ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari. Selanjutnya blastula akan
mengalir ke dalam uterus. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis
terapung-apung di dalam lumen uteus. Kemudian, 6-7 hari setelah fertilisasi
embryo akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang
ke tahap selanjutnya. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium
uterus disebut implantasi atau nidasi.
Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi.
.
Gambar 11: proses implantasi
Setelah blastosit
berimplantasi, sel-sel trophoblast dari blastosit berinvaginasi ke dinding
endometrium, Blastosit berkembang membentuk lapisan dari dalam ke luar
yaitu; hipoblast, epiblast dan
tropoblast. Selanjutnya zigot memasuki fase gastrula dengan terbentuknya rongga
gastrocoel akibat involusi (pelekukan).
3.4. Gastrulasi
Setelah tahap blastula selesai
dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. Gastrula berlangsung pada hari ke 15.
Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Pada
gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan
sel, perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu.
Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan, sekarang terletak cukup dekat
untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem
organ-organ tbuh. Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan
endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah
luar.
Dalam proses gastrulasi disamping
terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula berbagai
macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan
susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan
Gambar
12: proses gastrulasi
3.5. Tubulasi
Ke tiga lapisan
embrionik akan berdifferensiasi menjadi sel yang lebih spesifik dengan fungsi
tertentu. Diperkirakan sejak dari sel telur sudah ada pemetaan nasib kelak akan
menjadi bagian apa.
Tubulasi adalah pertumbuhan yang
mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga dengan pembumbungan.
Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih ectoderm, mesoderm
dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung, berongga. Yang tidak
mengalami pembumbungan yaitu notochord, tetapi masif. Mengiringi proses
tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung ketiga lapis
benih, yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ) bentuk
definitif. Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung, terjadi pula
differensiasi awal pada daerah-daerah bumbung itu, bagian depan tubuh menjadi
encephalon (otak) dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung
neural (saraf). Pada bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas
bagian depan, tengah dan belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi
awal untuk menumbuhkan otot rangka, bagian dermis kulit dan jaringan pengikat
lain, otot visera, rangka dan alat urogenitalia.
4. Organogenesis
Organogenesis atau morfogenesis
adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih
definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies.
Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. Dengan
berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama
sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus.
4.1
Perkembangan Janin Dari Minggu Ke
Minggu
Minggu
ke-1 :
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan
pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung
berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda
Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan
informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin
sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis
kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui
ibu) dan oksigen. Sel-sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti
lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan sel-sel
sperma dan memulai proses pembuahan.
Minggu ke-2
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang
telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel
telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi
32, sel telur disebut morula.Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua
kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan
membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Minggu ke-3
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda
mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah
menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya
sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Gambar 23:
embrio pada minggu ke 3
Minggu ke-4
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon
kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test
kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini
telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta
(urat besar yang membawa darah ke jantung).
Gambar 24:
embrio minggu ke-4
Minggu ke-5
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm
adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin
tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut.
Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung,
buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan
paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Gambar 25:
embrio minggu ke-5
Minggu ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak
kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski
Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem
pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan
berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak
Gambar 26:
embrio minggu ke-6
s
Minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya
sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau.
Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung
telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran
udara yang terdapat di dalam paru-paru.
Gambar 27:
embrio minggu ke-7
Minggu ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak
perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung
dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang
menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin
membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah
pembuahan. bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung,
bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran
kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum
sempurna.
Gambar 28:
embrio minggu ke-8
Minggu ke-9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus
berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak
walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak
jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4
gram.
Gambar 29: embrio minggu ke-9
Minggu ke-10
Semua organ penting yang telah
terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir
250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia
kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Gambar 30:
embrio minggu ke-10
Minggu ke-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar
6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di
usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk
gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa
dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan
berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa
menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri
Gambar 31:
embrio minggu ke-11
Minggu ke-12
Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil.
Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di
dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin
bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram. Mulai
proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter
setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan
kelopak
mata.
Gambar 32: embrio minggu ke-12
Minggu ke-13
Pada
akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen ,
nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi
mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih
cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran
kepala.
Minggu ke-14
Tiga bulan setelah pembuahan,
panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat.
Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai
tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium
turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi
kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak.
Gambar 33:
embrio minggu ke-14
Minggu ke-15
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus
berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel
telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya
kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mmBayi sudah
mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih
tertutup.
Gambar 34:
embrio minggu ke-15
Minggu ke-16
Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan
membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan
mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah
adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak ! Tetapi tak
perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan
dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116
mm dan beratnya 80 gram.
Gambar 35:
embrio minggu ke-16
Minggu ke-17
Dengan panjang 12 cm dan berat 100
gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk
menjaga suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat
lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.Rambut, kening, bulu
mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik
jari sudah mulai terbentuk.
Gambar 36: embrio minggu ke-17
Minggu ke-18
Mulailah bersenandung sebab janin
sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara
keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda
menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya
140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu.
Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.
Gambar 37:
embrio minggu ke-18
Minggu ke-19
Tubuh bayi diselimuti vernix
caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah
mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti
menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Gambar 38: embrio minggu ke-19
Minggu ke-20
Setengah perjalanan telah dilalui.
Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan
vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous.
kuku tumbuh pada minggu ini.Proses penyempurnaan paru-paru dan system
pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat.
Gambar 39: embrio minggu ke-20
Minggu ke-21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu
menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem
pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah
340 gram dan panjangnya 20 cm.
Gambar 40:
embrio minggu ke-21
Minggu ke-22
Indera yang akan digunakan bayi
untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip
seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional.
Gambar 41:
embrio minggu ke-22
Minggu ke-23
Meski lemak semakin bertumpuk di
dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena
produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan
"berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan
dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram. Tangan dan kaki bayi telah terbentuk
dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.
Gambar 42:
embrio minggu ke-23
Minggu ke-24
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima
oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi
mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang, Kulit
bayi mulai menebal.
Gambar 43:
embrio minggu ke-24
Minggu ke-25
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia
sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air
ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. Tulang bayi semakin
mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru
bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk
dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin
membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai
berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Gambar 44:
embrio minggu ke-25
Minggu ke-26
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya
selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang
berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda
dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya
lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil.
Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Gambar 45:
embrio minggu ke-26
Minggu ke-27
Minggu pertama trimester ketiga,
paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika
ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai
terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban
yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan
tinggi badan 36-38 cm.
Gambar 46:
embrio minggu ke-27
Minggu ke-28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak
bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan
rambutnya terus tumbuh.
Lemak dalam badan mulai bertambah.
Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin
bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui
dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum
sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar
telah dapat bertahan hidup.
Gambar 47: embrio minggu ke-28
Minggu ke-29
Kelenjar adrenalin bayi mulai
menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan
menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum
(air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).Sensitifitas dari bayi
semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa
dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu
badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang
manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Gambar 48:
embrio minggu ke-29
Minggu ke-30
Lemak dan berat badan bayi terus
bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm.
Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa.Mata indah bayi sudah mulai
bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk
membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk
menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa
mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid)
di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air
mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Gambar 49: embrio minggu ke-30
Minggu ke-31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi.
Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih
hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban. Perkembangan fisik bayi
sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan
bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan
kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai
memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan
dengan
perkembangan
fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat
pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi
akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.
Minggu ke-32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula
dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo
yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan
punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan
untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada
minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak
matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan
sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan
sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai
bisa bermimpi.
Gambar 50:
embrio minggu ke-32
Minggu ke-33
Bayi
telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin
pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi
antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun
tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum
benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun
nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah
mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan
tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Gambar 51:
embrio minggu ke-33
Minggu ke-34
Bayi berada di pintu rahim. Bayi
sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga
sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi
melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan
tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada
saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan
sekitar 45-46 cm.
Gambar 52:
embrio minggu ke-34
Minggu ke-35
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari
tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak
ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin
membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki
maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram,
dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Gambar 53:
embrio minggu ke-35
Minggu ke-36
Kulit bayi sudah semakin halus dan
sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan
betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun
telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan
sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram,
dengan tinggi badan 47-48 cm.
Gambar 54: embrio minggu ke-36
Minggu ke-37
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin
membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan
bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya
cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas
harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun
pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini
2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm.
Gambar 55:
embrio minggu ke-38
Minggu ke-38 - Minggu ke-40
Proses
pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.
Gambar 56: embrio minggu ke-39
4.2 Karakteristik Janin
4.2.1. Proses Terbentuknya janin laki-laki dan
perempuan
Proses terbentuknya janin laki-laki
dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. Awalnya sel sperma yang
berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi
organ betina. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk
testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Proses deferensiasi menjadi
testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk
tubulus semineferus. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan
intertistial bersama sel leydig. Sel leydig bersama dengan sel sertoli
membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller berdegenerasi akibat
adanya faktor anti duktus muller, testosteron berdeferensiasi menjadi
epididimis, vas deferent, vesikula seminlis dan duktus mesonefros. Karena ada
enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron
yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra. Selanjunya
mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Kemudian testis turun ke pelvis
terus menuju ke skrotum. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat
skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis.
Sedangkan kromosom X yang
telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi membentuk
medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah, epitel germinal menebal
membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur. Deferensiasi gonad
jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Di sini cortex
tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. PGH dari placenta mendorong
pertumbuhan sel induk menjadi oogonia, lalu berplorifrasi menjadi oosit primer.
Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Saat gonad yang berdeferensiasi
menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya
menjadi melintang.
Penis dan klitoris awalnya
pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. Klitoris sebenarnya merupakan
sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. Pada laki-laki evagina
ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca.
4.2.2. Pengeluaran
Bayi
Kelahiran bayi dibagi dalam beberapa
tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan. Dalam tahap ini terjadi
pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya, tahap kedua adalah
kelahiran bayi yang keluar dengan selamat. Tahap ketiga, pengeluaran plasenta.
Tahap berikutnya adalah observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta
keluar.
Tahapan yang pertama adalah
kontraksi. Ini biasanya fase paling lama. Pembukaan leher rahim (dilatasi)
sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu
beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari
satu menit). Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau
juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. Setelah itu leher rahim
akan semakin lebar.Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya,
berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya
lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm.
Secara umum dan normal, pembukaan
leher rahim akan terus meningkat dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3
menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat, sehingga ibu
merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda. Pembukaan
leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat, sekitar 15 menit
sampai 1 jam. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian
bawah punggung. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan.
Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin.
Posisi calon ibu saat melahirkan
turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah
jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan
menambah daya dorong ibu.
4.2.3. Pengeluaran
plasenta
Rasa lelah ibu adalah hal yang
tersisa ketika bayi sudah keluar, tapi tugas belum berakhir. Plasenta yang
selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan.
Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan
menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Ibu hanya tinggal
mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Hanya saja tenaga
yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi. Apabila plasenta telah
keluar, akan segera dijahit robekan atau episiotomi sehingga kembali seperti
semula.
4.3. Turunan organogenesis
Pada periode pertumbuhan antara atau
transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari
bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. Pada periode ini embryo
akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. Pada periode pertumbuhan
akhir, penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu
individu. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis
kelamin, watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap
individu.
Gambar 56: pembentukan organ tubuh
4.3. 1. Turunan Ektoderm
Ektoderm
sebagai lapisan luar dari embrio terdiri dari bakal
bumbung neural, bakal pial neural, dan bakal epidermis. Bumbung neural (neural tube)merupakan bakal dari
sistem saraf pusat sedangakan pial neural (neural chest)akan membentuk sistem
saraf periferi serta ganglion, medulla adrenal, sel-sel pigmen,
rawan larinks dan rawan kepala. Turunan epidermis dapat dibagi menjadidua
macam, yaitu: Yang berasal dari penebalan epidermis (plakioda), seperti lensamata, telinga bagian dalam, puting-puting pengecap
dan epidermis lainnya akanmembentuk epidermis kulit, rambut, tanduk,
kuku, dan lapisan permukaan mulutdan anus, serta hipofisa anterior.
Sistem Saraf
Pusat
Pembentukan
sistem saraf pusat diawali dengan pembentukan bumbung neural atau neuralisasi
dan embrio pada stadium ini dikenal dengan Neurula
Setelah notocord dibentuk, notocord akan
menginduksi ektoderm yang adadiatasnya
untuk mulai terjadi neuralisasi. Sel-sel ektoderm akan berubah bentuk menjadi panjang seperti palisade sehingga daerah
ini menjadi lebih tebal danmendatar bila dibandingkan dengan daerah disekitarnya
dan penebalan iniselanjutnya disebut keping neural.Tidak lama kemudian
bagian tepi keping neuralmenebal serta
tumbuh diatas membentuk lipatan neural dengan parit neuraldibagian tengahnya.
Lipatan neural akan tumbuh sehingga mendekati daerahdorso medial embrio. Setelah bertemu, mereka akan
melebur menjadi bumbungneural yang diliputi oleh ektoderm diatasnya.
Sel-sel yang terdapat pada antara bumbung neural dengan ektoderm
luar menjadi sel-sel pial neural yang kelak akan bermigrasi keseluruh
tubuh embrio untuk membentuk sel-sel pigmen, sistem saraf tepi dan medula adrenal.diferensiasi bumbung
neural menjadi daerah daerahsistem saraf pusat berlangsung melalui tiga cara
serentak. Secara anatomi, bumbung
neural dan rongganya menggelembung, berkonstriksi sehinggaterbentuk ruang-ruang. Pada tangkai jaringan,
sel-sel pada dinding bumbungneural menyusun diri Sehingga
membentuk bagian-bagian fungsional khusus dari otak dan sumsum tulang belakang
dan pada tingkat seluler, sel-sel akan berdeferensiasi menjadi neuron dan sel
penunjang.Pada awalnya bumbung neural membentuk lurus. Sebelum bumbung
neural posterior terbentuk, bumbung neural bagian paling anterior telah
memulai dengan pembentukan otak.
Bumbung neural menggelembung membentuk tiga vesikula: Otak
depan (prosensefalon), otak tengah (mesensefalaon) dan otak belakang
(rhombensefalon).
Gambar 57: perkembangan pial neural
Pada waktu ujung
bumbung neural menutup, dibentuk tonjolan baru, vesikula optik yang menonjol
pada sisi lateral otak depan. Telensefalon kelak akan menjadi serebrum (otak
besar) sedang diensefalon akan menjadi talamus, hipothalamus, epifisa, dan
hipofisa posterior
Mesensefalon
tidak berubah dan rongganya menjadi aquaduct serebral. Rhombosensefalon terdiferensiasi menjadi metensefalon disebelah anterior
danmiensefalon disebelah posterior. Mielensefalon kelak akan menjadi medulaoblongata sedang metensefalon menjadi serebelum (otak kecil) dan pons
varoli(jembatan
varoli)Pada daerah otak depan bagian
posterior terbentuk vesikula optik yangmerupakan
penonjolan kearah lateral. Vesikula optik menyentuh ektoderm danmenginduksi ektoderm membentuk plakoda.
Induksi
ini sanga spesifik, bilavesikula optik dipindahkan ke daerah lain dari kepala,
ia akan menginduksi ektoderm untuk membentuk lensa bukan ektoderm kepala.
Setelah plaktoda lensa terbertentuk, ia akan berinvaginasi dan menginduksi
balik vesikula optik menjadi dan menyebabkan adanya perubahan pada optik
tersebut.Vesikula optikberinvaginasisehingga
terbentuk suatu cawan optik dengan dinding rangkap. Sambil invaginasi berlangsung lebih lanjut, hubungan antara
cawan optik dan otak menyempitmenjadi tangkai optik, sedang lapisan
cawan optik mengalami diferensiasi.
Sel-sel pada
lapisan luar menghasilkan pigmen dan disebut lapisan berpigmen retina yangakhirnya menjadi retina berpigmen. Lapisan dalam
memperbanyak diri dengancepat dan membentuk neuron, glia, interneuron dan
sel-sel ganglion, lapisan inidisebut lapisan sensori retina yang kelak
akan menjadi retina sensoris. Akson darisel-sel
ganglion bertemu pada bagian dasar mata sepanjang tangkai optik danmenjadi
saraf mata. Bakal lensa berinvaginasi dan
membentuk gelembung, kemudianmelepaskan
diri dari ektoderm. Lensa bersentuhan dan menginduksi ektodermyang menutupinya untuk membentuk kornea. Lensa
mengalami diferensisiasi. Sehingga
menjadi transparan. Diferensiasi ini menyangkut perubahan struktur selmaupun terjadinya sintesis suatu protein spesifik
yang disebut kristalin. Sel-sellensa pada sisi dekat retina mula-mula
berubah menjadi panjanf berbentuk serabutdan menghasilkan kristalin.
Sel-sel
tumbuh terus sehingga mengisi rongga lensa,dengan
demikian lensa sekarang terisi penuh dengan sel-sel kristalin yang jernihatau
transparan serta tidak berisi. Langsung dimuka lensa terdapat jaringan ikat, Yaitu
iris yang berasal dari ektoderm daerah cawan optik yang tidak terdeferensiasi
menjadi retina sensoris.Lapisan koroid dan sklera, yaitu
lapisanluar dari
mata yang dibentuk dari mesenkim yang berakumulasi mengelilingi bolamata.
Kornea akan menjadi jernih karena pigmen pada sel-sel epidermis hilang.
4.3.2.
Turunan Mesoderm
Mesoderm
Paraksial (dorsal)
Menjelang
akhir minggu ketiga mesoderm paraksial terpecah dalamkelompok-kelompok sel epiteloid yang disebut somit. Pasangan somit pertamatimbul pada
bagian leher mudigah. Setiap hari akan timbul 3 somit sehingga padaakhir minggu kelima terdapat 42 sampai 44 pasang
somit. Pasangan somit iniadalah; 4
oksipital, 8 servikal, 12 torakal, 5 lumbal, 5 sakral dan 8 sampai 10 pasang koksigeal. Somit oksipital pertama
dan sampai 7 somit koksigeal yangterakhir kemudian menghilang.
Menjelang permulaan minggu keempat sel-sel
epiteloid yang membentuk dinding ventral dan dinding medial somit
kehilangan bentuk epitelnya menjadi polimorf dan berpindah mengelilingi
korda dorsalis. Sel-sel ini bersama-samadisebut sklereton, membentuk jaringan
yang dikenal sebagai mesenkim. Merekaakan mengelilingi sum-sum tulang
belakang dan korda dorsalis untuk membentuk kolumna vertebralis. Dinding korsal somit yang masih tertinggal
dinamakandermatom membentuk suatu
lapisan sel baru. Segera setelah terbentuk sel inigagal membelah diri dan
jaringan yang terbentuk ini disebut miotom. Setiapmiotom mempersiapkan
otot-otot untuk segmennya sendiri. Setelah sel-seldermatom membentuk,
miotom dan menyebar di bawah ektoderm sekitarnya. Disini sel-sel tersebut
membentuk dermis dan jaringan subkutan. Karena itu setiapsomit membentuk skleroton 9 komponen tulang rawan
dan tulang), mioton(mempersiapkan
komponen otot segmental) dan dermatom (komponen kulit disegmennya). Sebagaimana
akan terlihat kemudian, setiap mioton dan dermatommasing-masing
mempunyai komponen saraf disegmenya sendiri.
Gambar 58. Pembentukan Mesoderm
Mesoderm
intermedier
Jaringan ini
berdiferensiasi dengan cara yang berbeda dengan somit. Didaerah servikal dan torakal bagian atas jaringan ini secara segmental
menyusunkelompok-kelompok sel yang kelak menjadi nefrotom, sedangkan lebih
kaudalmembentuk
massa jaringan yang tak bersegmen dikenal sebagai korda nefrogenik yang
nantinya berkembang menjadi sistem ekskresi dan saluran genital.
·
Sistem Ekskresi
Pada manusia
pronefros, mesonefros dan metanefros terbentuk secara berurutan.
Pronefros merupakan ginjal yang pertama dibentuk dan terletak palingkranial, sangat vestigial. Kemudian dibentuk
mesonefros yang terletak lebihkaudal dari pronefros. Mesonefros
merupakan organ ekskresi pada embrio, tetapiseperti pronefros pada dewasa akan
hilang kecuali sebagian salurannya yang akanmenjadi
saluran genital jantan. Metanefros merupakan ginjal yang paling
akhir dibentuk dan terletak paling kaudal. Mulai berfungsi pada tahapan
akhir embriokalau mesonfros mengalami regresi dan akan berfungsi sebagai
ginjal fungsional pada individu dewasa.
Ginjal ronefros
Pronefros merupakan daerah yang
terdiri atas segmen-segmen yang disebut nefrotom. Sel-sel nefrotom terpisah an
membentuk rongga yang di sebut nefrocoel. Tubulus pronefros di bentuk dari
nefrotom yang mengan dung nefrocoel serta bermuara dan berhubungan dengan
soelom melalui nefrostom yang berbentuk corong secara bersilia. Pada ujung
saluran pronerfos yang lainnya bersatu membentuk duktus pronefros yang
memanjang ke arah posterior dan bersatu dengan kloaka.
Gambar 59: pembentukan tubulus nefron
Suatu gelungan pembuluh darah
(glomus) sebagai cabang dari aorta dorsal berhubungan dengan corong dekat
nefrostom. Sampah metabolisme keluar dari pembuluh darah masuk ke dalam
celoemdekat pada nefrostom dan di alirkan ke kloaka.
Ginjal mesonefros
Dibentuk dari jaringan dari
nefrogenik yang merupakan jaringan mesoderm internedier yang telah diinduksi
oleh duktus pronefros sewaktu duktus pronefros tumbuh memanjang ke arah
posterior tubuh. Aorta dorsal membuat cabang pembuluh darah yang menggulung membentuk
glomerulus yang berhubungan dengan tubulus mesonefros. Bagian tubulus
berhubungan dengan gromerulus akan berinvaginasi membentuk kapsula bowman.
Sampah disaring dari arah masuk ke kapsula bowman lalu masuk ke tubulus
mesonefros.
Gambar 60: ginjal metanefros
Ginjal Metanefros
Pada daerah
yang berdekatan dengan daerah duktus mesonefros bersatu dengan kloaka tumbuh
suatu tonjolan yaitu tunas ureter. Tunas ureter tumbuh melebar dan bercabang
masuk ke dalam bagian posterior dari nefrotom yang merupakan bakal metanefros.
Tunas ureter menginduksi jarinagn nefogenik metanefros untuk pembentukan
tubulus metanefros yang akan berhubungan dengan glomerulus melalui kapsula
bowman.
Gambar 62: tunas ureter
Gambar 63: perkembangan ginjal
·
Sistem Genitalia
Gonad dibentuk sebagai suatu
penebalan pada permukaan ventromedialmesonefros. Penebalan ini berbentuk
sebagai suatu pematang yang membujur antero-posterior serta menonjol
kedalam coelem disebut pematang genital.Pematang genital terdiri atas mesenkim
dibagian dalam dan epitelium bagian luar bersambung dengan epitelium
mesonefros. Epitelium pematang genital tumbuhdan disebut epitel germinal. Pada
epitel germinal inilah BSK, yang datang dariluar gonad pertama kali berada
didalam gonad. Epitel germinal pematang gonad berfoliferasi kearah dalam
dan membentuk pita-pita seks primer. Pada tahap ini belum dapat dipisahkan
antara gonad jantan dan betiana dan disebut gonad indiferen.
Pada embrio jantan(dengan kromosom
XY), pita seks primer serta BSK yang terdapat didalamnya akan
berfoliferasi, uterus masuk kedalam jaringan ikat.Pita-pita ini bersambungan
satu dengan yang lainnya membentuk suatu jalan pita- pita sek internal. Pada ujung distal rete
testis. Pita-pita ini kemudian akan melepasdari epitel germsinal dan mereka
dipisahkan oleh suatu lapisan yang disebut tunika
albuginea. Pada awalnya pita-pita
testis ini adalah fasif, baru pada periode pubertas akan membentuk
ronggadan menjadi tubulus seminiferus yang bermuaradi duktus eferensia. Selama
periode fetus, mesenkim yang terdapat di antara pita- pita testis
berdiferensiasi menjadi sel
Leydig yang menghasilkan testosteron sedan pita-pita testis
berdiferensiasi menjadi sel Sertoli
Pada betina
(dengan kromosom XY), BSK berada pada epitelium germinal pita sek yang pertama
dibentuk dan akan berdegenerasi dan gonad bagian dalam berisi mesenkim dan
pembuluh darah. Epitelium germinal atau korteks menebaldan sel-sel korteks
sebelah dalam berkelompok mengelilingi BSK yang kelak menjadi folikel
frimer dari ovarium.Lapisan-lapisan mesoderm parietal dan viseralKedua lapisan ini membatasi selom intra-embrional.
Mesoderm pariental bersama ektoderm disekitarnya membentuk dinding lateral
dan ventral tubuh.Mesoderm viseral dan entoder embrional membentuk
dinding usus.
Gambar 64: diferensiasi gonad manusia
Diferensiasi
Mesoderm Lateral
Lebih kearah
lateral mesoderm intermedier terdapat mesoderm lateralmembelah dua menjadi mesoderm somatik ( parietal ) terletak dibawah ektodermdan mesoderm splanknik (visera)mengelilingi endoderm. Mesoderm somatik danendoderm sangat erat hubungannya sehingga tampak
sebagai suatu lapisan dandisebutsplanknopleurademikian pula mesoderm splanknik terdapat
ronggatubuh yang terbentan dari arah leher hingga posterior. Dalam perkembanganselanjutnya
akan terbentuk lipatan-lipatan dari mesoderm somatik yang membagicoelem menjadi beberapa organ. Pada mamalia coelem
terbagi menjadi rongga pleura, perikardium dan perioteneum.
Pembentukan Anggota Tubuh
Bakal atau
tunas anggota tubuh dibentuk dari proliferasi sel-sel mesodermsomatik yang terletak dibawah ektoderm sehingga terbentuk suatu tonjolan berbentuk
dayung. Permukaan tonjolan ini ditutupi oleh suatu penebalan eotodermdisebut pematang ektoderm apikal (Apikal
Ektodermal Ridge, AER). Terdapatsuatu ketergantungan antara AER dan mesoderm
tunas anggota tubuh. Kalaumesoderm tunas tidak ada maka AER tidak akan
terbentuk, sebaliknya bila AER tidak
ada maka mesoderm tidak tumbuh. Asal mesoderm dari daerah pembentuk anggota
tubuh mempunyai dua sumber yaitu mesoderm somatik dan sel-sel somityang berpindah kedaerah bakal anggota tubuh yang
akan menjadi otot anggotatubuh. Setelah sel-sel somit berada ditunas anggota
tubuh, sel-sel somit tidak dapat dibedakan dari mesoderm somatik.
Sambil tunas memanjang, sel-sel bakalrawan menenpati bagian tengah. Tunas
anggota tubuh kemudian berubah bentuk dari
bentuk dayung menjadi bentuk kerucut menjadi bentuk anggota tubuh yangsebenarnya.
Bentuk anggota
tubuh dicapai karena terjadi tumbuh secaradiferensiasi
dan dibantu dengan kematian sel. Morfologi anggota tubuh dicapaimelalui kemtian sel sepanjang tepi anterior dan posterior mesoderm anggotatubuh.Kematian sel terjadi pula pada erosi jarinag antara jari dalam pembentukkan
jari, sehingga bila hal ini tidak terjadi maka jari akan tetap dihubungkan dan
disatukan oleh selaput seperti halnya pada selaput pada bebek.
Sistem
Peredaran Darah
·
Pembentukan Jantung
Jantung dibentuk sangat awal sebelum embrio dari kantung yolk tumbuh.Embrio
pada tahap ini terletak diatas permukaan yolk dan mesoderm lateralnyaterdapat
mengarah ke blastoderm. Mesoderm tidak dapat bertemu pada bagianventral
embrio karena terhalang oleh yolk. Mesoderm bakal jantung terdapat padadua daerah terpisah, masing-masing terletak pada
kedua sisi tubuh embrio yangmerupakan bagian dari mesoderm akan menjadi
usus depan embrio.
Gambar 65: pembentukan jantung
Setelah usus depan dibentuk, pada
stadium lipatan kepala, sel-sel mesodermsplanknik bakal jantung melepaskan diri
dan membentuk sepasang tabung yangdibatasi
oleh endokardium. Dengan bertambah panjangnya usus depan, keduasaluran yang
terletak didepan portal usus depan bertemu dan kemudian melebur menjadi
suatu tabung sisa mesoderm splanknik bakal jantung saling berdekatandan
membentuk epimiokardium yang akan membentuk otot pada dinding jantung.Portal usus memiliki peranan yang sangat penting
dalam pembentukan jantungserta masing-masing bakal jantung mampu berkembang
menjadi jantung utuh.Jantung pada awalnya merupakan tabung yang lurus
dan tidak mempunyai ruang-ruang khusus
didalamnya. Baru kemudian tabung ini berubah melalui beberapacara. Mulai dari
belakang jantung ini tumbuh kedepan, lalu belok ke bawah dankekanan kemudian
membelok lagi kekiri mengarah keatas dan kedepan. Jantungsekarang berbentuk
huruf S.
Jantung
kemudian pada beberapa tempat membuatkonstriksi dan pada tempat ini
menggelembung sehingga terbagi menjadi empat bagian utama. Sinus venosus
terletak pada bagian posterior dan berkelanjutandengan vena
viteling. Atrium terdapat pada ujung belokan pertama, ventrikelterdapat pada bagian turun belokan pertama dan kedua. Bagian yang
mengarahkedepan dari belokan kedua menjadi trunkus arterorius berkelanjutan
denganaorta. Sebelum pembagian ini berlangsung, jantung telah berfungsidan melai berdenyut dengan teratur. Dari seluruh organ pada hewan jantung
merupakanorgan yang pertama kali berfungsi.
·
Pembentukan Pembuluh Darah
Pembuluh darah
utama pada embrio adalah pembuluh yang membawanutrisi ke tubuh dan gas ketempat
terjadinya respirasi. Vena vitelin dibentuk darikumpulan sel-sel mesoderm splanknik terjadi pulau-pulau darah kemudian berongga membentuk tabung berdinding rangkap
seperti hal nya pada jantung.Lapisan dalam sel-selnya memipih dan menjadi
endotelium dan sel-sel sebelahluar
menjadi otot polos.
Kelompok sel
pulau darah yang berada ditengahberdiferensiasi menjadi sel darah
embrio. Sambil pulau darah tumbuh, mereka lalu bersatu
membentuk jaringan kapoler yang bermuara di kedua pembuluh vitelinmembawa
makanan dan darah kedalam jantung yang baru dibentuk. Pembentukan pembuluh darah dalam tubuh berlangsung sama
seperti halnya pembentukandarah
ekstra-embrio pada kantung yolk. Hanya disini sel-selnya dari mesenkim.Sel-sel
darah dan kapiler berkembang di dalam mesoderm ekstraembrional dari jonjot-jonjot dan tangkai penghubung.
Dengan terus bertunasnya pembuluhekstra-embrional
terbentuklah hubungan dengan pembuluuh darah mudigah,sehingga
menghubungkan mudigah dan plasenta.
4.3.3 Turunan Endoderm
Endoderm
membangun permukaan dua saluran didalam tubuh. Saluran pertama, terbentang disepanjang tubuh, yaitu saluran pencernaan.
Tunas-tunasyang keluar dari saluran ini adalah hati, kantung empedu, dan
pankreas. Salurankedua bercabang membentuk
saluran pernapasan. Saluran pencernaan dan pernapasan terbagi menjadi
suaru ruangan pada bagian anterior embrio, yaitu padafarinks. Kantung-kantung yang keluar dari farinks membentuk kelenjar
tonsil,tiroid, timus, dan paratiroid. Saluran pernapasan dan pencernaan
keduanya berasaldari usus primitif. Setelah
embrio membuat lipatan kepala dan lipatan ekor, ususdapat dibagi menjadi
3 wilayah, yaitu usus depan, usus tengah dan usus belakang.Pada awalnya ujung oral tertutup, ektoderm
disebut sebagai keping oral ataustomodium,
lalu pecah dan terbentuk lubang dibatasi oleh endoderm pada ujungsaluran
pencernaan. Ektoderm keping oral berhubungan dengan ektoderm otak telah
melekuk ke ventral embrio. Kedua ektoderm bersatu, atap-atap dari daerahoral
menjadi bagian anterior dari hipofis. Sedang jaringan neural dari jaringanneural
dari dasar diensefalon membentu tinfunddilibumi yang kelak akan
menjadi bagian neural dari hipofisa
·
Saluran Penceraan
Pada posterior dari faringks
dibentuk eksofagus, lambung, usus halus, ususkasar.
Lapisan permukaaan dalam dari saluran ini serta kelenjar-kelenjarnya berasal dari endoderm tetapi otot pada
dinding, jaringan ikat, pembuluh darah,mensenterium
dan epitel yang menutupi permukaan usus awal, saluran pencernaan merupakan saluran sederhana. Pada
ujung kaudal usus terjadi suatulekukan tempat pertemuan ektoderm dan
endoderm dan kedua lapisan ini dibatasioleh
membran kloaka yang akan pecah dan menjadi anus. Disebelah kaudalambung terbentuk ketiga turunan saluran
pencernaan. Devertikulum hatimerupakan
saluran yang keluar dari usus depan, masuk ke mesenkim yang adadisekeliling lambung.
Mesenkim
menginduksi endoderm untuk berfoliferasi, bercabang dan membentuk
sel-sel hati. Sebagian divertikulum hati akan berfungsi sebagai saluran dari hati dan cabangya akan membentuk kantung empedu.Pankreas
dibentuk sebagai fusi dari divertikulum yang berasal dari sebelah dorsaldan
ventral saluran pencernaan tepat disebelah kaudal empedu.
·
Saluran Pernapasan
Paru-paru
berasal dari saluran pencernaan walaupun tidak mempunyai peranan
dalam pencernaan. Pada bagian tengah farinks antara kantung faringks ketempat
keluar alur laringo farinks yang tumbuh keventral. Alur ini bercabang
duasebagai cabang utama dari paru-paru. Endodermnya membentuk batas permukaantrakea, bronchii, dan alveolus paru-paru. Seperti
hal nya pada hati percabangandari saluran-saluran disini juga tergantung
pada interaksi dengan mesenkim yangada disekitarnya.
5. Kasus
Pembelahan Tidak Normal
5.1
Kembar siam
Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh
keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar
identik gagal terpisah secara sempurna. Kemunculan kasus kembar siam
diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran. Yang bisa bertahan hidup
berkisar antara 5% dan 25%, dan kebanyakan (75%) berjenis kelamin perempuan.
Gambar 66: kelainan kembar siam pada manusia
Penyebab Kelahiran Kembar
Banyak faktor diduga sebagai penyebab kehamilan
kembar. Selain faktor genetik, obat penyubur yang dikonsumsi dengan tujuan agar sel
telur matang secara sempurna, juga diduga ikut memicu terjadinya bayi kembar.
Alasannya, jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat
penyubur, maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa banyak, bahkan
sampai lima dan enam
Proses
Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua. Monozigot, kembar yang berasal
dari satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari
dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot.
Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi
oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu
bersamaan. Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma,
lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi
bayi kelak.
Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu,
yaitu 0 - 72 jam, 4 - 8 hari, 9-12 dan 13 hari atau lebih. Pada pembelahan
pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua
plasenta.
Sedangkan pada pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya
punya satu plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi
mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya tidak. Akibatnya, perkembangan
bayi bisa terhambat. Lalu, pada pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta
masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
Pada pembelahan keempat, rahim hanya punya satu
plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam
cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya kelamaan, sehingga sel telur keburu
berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya
lebih dari 13 hari.
Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja yang
terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan sempurna.
Namun, keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Faktor yang
memengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga
mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan
masalah lingkungan.
Persentase hidup
Sejumlah kesimpulan medis menyebutkan, terjadi satu
kasus kembar siam untuk setiap 200 ribu kelahiran. Jadi, jika Indonesia
berpenduduk 200 juta, ada peluang 1.000 kasus kembar siam!. Dari semua
kelahiran kembar siam, diyakni tak lebih dari 12 pasangan kembar siam yang
hidup di dunia. Saat dilahirkan kebanyakan kembar siam sudah dalam keadaan
meninggal, yang lahir hidup hanya sekitar 40 persen.
Dari mereka yang lahir hidup, 75 persen meninggal pada
hari-hari pertama dan hanya 25 persen yang bertahan hidup. Itu pun sering kali
disertai dengan kelainan bawaan dalam tubuhnya (incomplete conjoined twins).
Apakah itu organ pada bagian ekstoderm, yakni kulit, hidung dan telinga, atau
mesoderm yang mencakup otot, tulang dan saraf, atau bias juga indoderm, yakni
bagian organ dalam seperti hati, jantung, paru dan otak.
BAB III
PENUTUP
·
Gametogenesis
merupakan proses pembentukaan sel gamet yang terspesialisasi untuk fertilisasi
sehingga mampu menghasilkan individu baru
·
Gamatogenesis
dapat di bagi menjadi 2 yakni spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis
merupakan proses pembentukan sel gemet jantan di mana 1 sel induk menghasilkan
4 anak yang fertil. Sedfangkan oogenesis pembentukkan sel gamet betina, dimana
1 sel induk menghasilkan 1 sel anak yang fertil.
·
Fertilisasi
merupakan proses pembuahan yang bertemunya antara sl gamet jantan dengan sel
gamet betina yang akan melebur menjadi 1 sel zigot.
·
Pembelahan
zigot dari 1 menjdi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya.
·
Fase
morula adalah zigot yang telah mengalami pembelahan menjadi 2-16 sel. Morula
akan mengalami terus pembelahan sel menjdi 32 sampai ratusan sel yang di sebut
blastula. Dan blastula akan terus berkembang menjadi grastula yang di tandai
dengan terbentuknya rongga tubuh dan cairan rongga.
·
Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk
primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki
bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. Organogensisi dimulai akhir
minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8.
·
Jantung embrio mulai berdetak pada awal bulan ketiga.
·
Untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi embrio dari ibu embrio di lenkapi dengan organ
plasenta yang berfungsi untuk saluran pertukan nurtisi dan hasil metabolisme
embrio dan ibu.
·
Dari
awal fertilisasi di butuhkan waktu kurang lebih 9 bulan sampai untuk menunggu
peristiwa kelajiran.
·
Kembar siam
adalah keadaan anak kembar
yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot
dari bayi kembar identik
gagal terpisah secara sempurna.
Daftar
Pustaka
Anonim.2011.Fertilisasidanpembuahan.http://biologionline.blogspot.com/2011/04/fertilisasi-pembuahan.html.
Diakses pada tanggal 21 Mei 2012.
Anonim. 2012. Proses Pembentukka Janin.http://biologinews.blogspot.com/2010/11/proses-pembentukan-janin.html#ixzz1v2eEcRpX.
Diakses pada tanggal 21 Mei 2012
Anonim.2010.SpermatogenesidanOogenesis.http://iqbalali.com/2008/02/01/spermatogenesis-vs-oogenesis/. Diakses pada
tanggal 21 Mei 2012.
Partodihardjo, S. 1980. Ilmu Reprodksi Hewan. Mutliara. Jakarta.
Wiknjosastro, H. 2004 . Pembuahan, nidasi dan plasentasi.. Edisi Ketiga. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Tim Dosen. 2012. Struktur Perkembangan Hewan. Medan: F-MIPA Universitas
Negeri Medan
Langganan:
Postingan (Atom)
MASA ORIENTASU MADRASAH
TATA TERTIB MASA ORIENTASI MADRASAH (MOM) PERGURUAN THAWALIB DARUR RACHMAD SIBOLGA TAHUN AJARAN 2017-2018 Tata tertib masa orie...
-
PERKEMBANGAN EMBRIO MANUSIA Pada hampir semua mahkluk hidup suatu generasi baru dimulai dari suatu telur yang telah dibuhai (di...
